Monday, October 18, 2010

Friday, October 15, 2010

Ivent Dulu....

Thursday, October 7, 2010

Kuta Karnival

Berawal dari Kuta Recovery pasca Bom Bali tahun 2002 Akhirnya berlanjut sampai diadakan kegiatan Kuta karnival di setiap tahunnya, Dari Band, Sulap, Sampai parade Kuliner dan Surfing digelar di sepanjang Pantai Kuta Bali.
Setelah bertahun2 tidak melihat kuta, akhirnya dapat menyaksikan ivent ini, Ramai dan panass... Antre makanan, minuman, koktail, beer, Dan parkir.....

Beberapa kesimpulan melihat kultur Masyarakat Bali di acara ini yang berbaur dengan para wisatawan manca negara, yaitu : 1. Hot pants.... 2. Hot pants.... 3. Hot pants.... 4. Pacaran.... -___-;

Silakan nikmati foto2nya... Dari Paling Bawah, perlahan ke atas....











The Jagung ......





Karnival stage...







waiting for this moment....








After sunset




Other Hunter.....





Pasti semalem salah cari tempat nginep... -_-




Just we are Honny.....




Lone...




Lone...




Lone...



U are King here....




Pendekar berdawai





two kind of love





Oh my Tatoo...




Pilih judul yang anda sukai ,
a. Keluarga bahagia ku...
b. Rukunnya istri muda dan istri tua ku..
c. HotPants ketat pink vs Kain Pantai biru muda
d. Mana tombol 'jepretnya' ya ?!....




Friday, October 1, 2010

OtherCorner: Jati Diri Bangsa sebagai Pusaka Kekayaan Bangsa (dulu pake lomba ^___^ )

OtherCorner: Jati Diri Bangsa sebagai Pusaka Kekayaan Bangsa (dulu pake lomba ^___^ )

PLAT H

Becak bandara... always smile


Transformation on dream


Ngenteni "Daiyatsu"


Basar Baru Semarang komplek pecinan


wedang Tahu....


TAWANG



keduanya "wong Semarang"


LOVE

love kata paling populer dan hampir dikenal manusia... Kata yang kuanggap paling picisan... Empu dari semua dasar kalimat Gombal, kalimat yang selalu jadi kambing hitam dari ketidak mampuan manusia mendefinisikan perasaan anehnya akan ketertarikan dan kerelaan... Kata yang dalam bahasa apapun paling sering muncul dalam lirik lagu aliran apapun, love.. Inti dari semua perasaan bahkan Induk dari Benci sekalipun... Bibit dari semua tuntunan walas asih seluruh agama... Dasar Penyembahan paling mulia hingga melampaui surga..., Love... Alasan yang menjadikan alam semesta terus diciptakan walau terus dihancurkan....

Love.. Aku bahkan tak pernah mau membahasnya... memikirkannya... dan bahkan paling muak mendengar lagu yang didominasi kata-kata ini... Tapi Tuhan Punya Kehendak lain....

Ia menyuruhku secara sadar maupun tidak sadar untuk mulai mengenal.... seolah mengingatkanku yang telah lama lupa akan adanya udara kini menjadi sadar bahwa aku hidup karena bernafas... love ia tidak butuh dicari ia ada hanya perlu disadari... menyadarinya membuat kita sadar sebagai manusia... membuat sadar kita diciptakan...

Saat aku mengenal sebuah jenis Love yang baru... jenis yang paling tidak aku harapkan untuk terlalu ku kenal, jenis yang bahkan paling aku caci... aku tertawakan, yang aku tak mau terlalu mengiraukannya... kini justru menjadi seperti udara ...., seperti air...

Aku kena karma... Mungkin itu istilahnya... karma dari kecongkakanku menilai love jenis ini...

Aku bahkan nyaris kehilangan diriku... Peganganku... tak pernah aku merasa secemas dan goyah karena suatu hal hingga seperti ini... Love jenis inilah yang menghantamku...

Memaksaku untuk cepat meloncat dalam dua pilihan, menjadi dewasa atau jatuh...

Love ... ia menyadarkanku bahwa aku masih terlalu kekanakan untuk menerima sakitnya... tetapi terlalu rabun untuk menangkap cahayanya.... Semua logika, anggapan dan asumsi seolah sirna.... tidak berlaku di dunia dengan dimensi Love jenis ini... Semua pola pemikiran menerjemahkan fenomena-fenomena menyakitkan karena love jenis ini menjadi tak berguna...

Cuma satu yang bisa ku harapkan... Semoga Sang Maha Love, sumper dari semua ini.. sutradara roman butut miyaran juta tahun ini... kisah yang terpikirkan oleh pemerannya sendiri ini.. masih menyisakan sedikit saja...sedikit saja... Jalan... Membuka pemahamanku akan semua peristiwa tak terpikirkan karena love jenis ini... Memberi sedikit saja sisi-sisi yang dapat diterima.... dapat dicerna... Mengantarkanku pada tangga dewasa..... Melepaskan aku dari ilusi paling keji kehidupan fana ini.... Aku yakin Engkau mendengar selalu... Engkau Berbicara Padaku selalu, Maka ijinkan aku dapat mendengar JawabanMu... Melepaskanku dari ilusi menyedihkan ini... Menghilangkan kerabunanku.... Ungkaplah semua, apa saja yang sebenarnya di belakang layar pertunjukan Mu, Jujur, aktor film alam semesta Mu ini Sedang lupa naskah... Sedang lupa bahwa ia hanya pemeran... Buka sedikit Panggungmu... Agar aku Mengerti.... agar aku mengerti Love................jenis ini...

DIMENSI SEMESTA
















Berikut saduran dari Blognya Pak Wahono^^


Dunia Bidang Datar

Kebanyakan kita sepakat bahwa kita ini hidup di dunia 3 dimensi. Yaitu dunia ruang yang secara geometrik memiliki 3 sumbu: panjang, lebar, dan tinggi. Pernahkah kita membayangkan dunia dengan dimensi yang tidak 3? Mari kita coba "merekonstruksi" secara imajinatif suatu dunia yang tidak 3 dimensi, tetapi dua dimensi.

Dunia dua dimensi atau dunia bidang datar hanya memiliki dua sumbu saja, yiatu panjang dan lebar saja. Tidak ada tinggi. Dalam dunia yang seperti itu, kita misalkan terdapat obyek-obyek yang secara fungsional selaras dengan dunia 3 dimensi kita. Maksudnya: dalam dunia tersebut ada makhluk hidupnya yang bermasyarakat, ada tanaman, ada rumah, dan seterusnya.

Wujud dan Persepsi

Sebagaimana dunianya yang berupa bidang datar, maka segala sesuatu yang ada "di dalamnya" juga mengikuti sifat fisik tempat keberadaannya tersebut. Artinya, yang bisa eksis dalam dunia bidang datar hanyalah obyek-obyek yang tidak memiliki tinggi, mungkin sebuah poligon, garis, atau titik. Maka kita dapat mengkonstruksi makhluk imajiner di dunia bidang datar misalnya berupa poligon-poligon. Strata sosial terbentuk dengan pengelompokan makhluk-makhluk tersebut berdasarkan jumlah sudut yang dimilikinya. Dalam hal seperti ini, makhluk segi tiga berada pada strata sosial paling bawah, dan lingkaran berada pada strata paling atas.

Katakanlah setiap makhluk hidup di dunia bidang datar tersebut juga dilengkapi dengan indera untuk mengenali lingkungannya. Meskipun terdapat banyak ragam wujud makhluk dua dimensi tersebut, namun persepsi mereka terhadap satu dengan lainnya relatif sama. Bagi seorang poligon yang tinggal di dunia bidang datar, obyek sekeliling yang bisa dilihatnya semuanya berbentuk garis. Dalam persepsi seorang lingkaran, seorang segitiga terlihat sebagai sebuah garis. Demikian pula sebaliknya.

Tentu saja seseorang dapat mendekati orang lainnya lalu merabanya. Maka ia akan dapat meraba sudut-sudut yang dimiliki oleh orang yang dirabanya. Walaupun demikian penglihatannya tetap memberi persepsi bahwa yang dilihatnya hanyalah sebuah garis. Diperlukan kemampuan abstraksi matematis tingkkat tinggi bagi mereka untuk merekonstruksi "wujud yang sesungguhnya" dari obyek yang dirabanya tadi. (Itulah sebabnya lingkaran berada pada strata yang lebih tinggi karena wujudnya yang bersudut tak terbatas membuatnya lebih peka merasakan sudut yang dimiliki orang lain. He he he he).

Perbandingan interdimensi

Apa makna membagun dunia imajiner dua dimensi tersebut bagi kita? Ilustrasi sebelumnya mendeskripsikan betapa sulitnya seorang poligon mengenali wujud temannya yang berbentuk segi tiga dan sebaliknya. Pada gambar ilustrasi berikut, di mata A: B hanyalah terlihat sebagai sebuah garis, dan A akan sangat kesulitan melihat C karena terhalang oleh B.
Penglihatan mereka begitu terbatasnya. Jangankan hendak melihat obyek di balik obyek, bahkan melihat obyek yang sebenarnya mereka benar-benar tidak akan mampu. Paling-paling mereka hanya akan mampu membangun visual imajiner. Tapi cobalah pandang bentuk-bentuk pada gambar di atas. Begitu mudah bagi kita (makhluk 3 dimensi) untuk mengetahui wujud dari obyek bidang datar tersebut. Kita bisa mengidentifikasi bahwa A adalah sebuah segi empat, B adalah lingkaran dan C adalah segi lima. Kita bisa melihat keadaan mereka sekaligus, karena di antara mereka tidaklah saling menghalangi di mata kita. Bahkan kita bisa mengetahui apa yang ada di dalam poligon-poligon tersebut, sesuatu yang mustahil bagi mereka yang berada dalam dunia dimensi yang sama dengan mereka.

Bahkan lagi, seandainya ukuran obyek-obyek dua dimensi itu jauh melebihi ukuran tubuh kita, masih mudah bagi kita untuk membangun persepsi visual sebagaimana jika ukuran mereka kecil. Sebaliknya, mereka tidak akan pernah mampu melihat kita: seberapapun dekatnya kita dengan mereka. Seandainya kita menempelkan jari kita ke obyek dua dimensi, dan (sekali lagi, seandainya) mereka adalah makhluk hidup dua dimensi yang memiliki indra persepsi visual tetap saja mereka tidak akan mampu melihatnya. Paling banter mereka hanya bisa melihat tanda-tanda keberadaan kita dari bayangan yang terefleksi ke dunia bidang datar mereka.

Begitulah hubungan perspektif antar dimensi. Marilah sekarang kita melakukan ekstrapolasi perbandingan antar dimensi tersebut pada dunia tiga dimensi kita dengan dimensi yang lebih tinggi. Dimensi yang lebih tinggi dari 3? Lelucon apakah itu? Sama sekali bukan sebuah joke. Einstein telah memulai dengan meyatakan bahwa dunia ini 4 dimensi dengan menegaskan bahwa ada 3 sumbu ruang dan 1 sumbu waktu. Bagi Einstein keberadaan waktu hanyalah konsekuensi logis dari keberadaan ruang. Lalu Kaluza dan Klein (1921) mengembangkan lebih lanjut bahwa dunia ini adalah suatu konstruksi 5 dimensi, ia menambahkan satu sumbu ruang pada model 4 dimensi Einstein.








Kini para fisikawan bahkan memiliki spekulasi yang lebih fantastis, dunia berdimensi 11. Mereka mengklain bahwa dengan dimensi 11 semua teori fisika dapat dipadukan menghasilkan teori segalanya. Dan salah satu tokoh penting dibalik hipotesis tersebut adalah Randall. Bagi mereka, keberadaan blackhole merupakan pendukung penting teori extra dimensions (lihat Quantum Black Hole, Unseen Dimension oleh Mu, D., 2006).

Implikasi buat kita.

Banyak hal penting dari perkembangan pengetahuan tentang fisika ini bagi kita. Jika dunia kita ini adalah dunia 4 dimensi (yaitu ruang 3 sumbu dan waktu, karena hanya itulah yang mampu kita persepsi), maka masih terdapat 7 sumbu dimensi di atasnya. Tidak mungkinkah langit yang dimaksud dalam al Quran itu sebenarnya adalah extra dimensions? Ingatkah kita bahwa Nabi Muhammad saw. diperjalankan dalam Mi'roj ke langit ke 7. Hanya Allah yang Maha Tahu.
Yang jelas, banyak hal di al Qur'an yang bisa dijelaskan dengan baik dengan menerapkan pengertian bahwa langit yang dimaksud adalah extra dimension. Salah satunya sifat Maha Melihat. Ilustrasi di atas menjelaskan bagaimana yang berada di dimensi lebih tinggi bisa melihat segala sesuatu di dimensi lebih rendah yang tidak akan dapat dilakukan oleh mereka yang tinggal di dimensi rendah tersebut. Bahkan seandainya jaraknya begitu dekat, seperti Sesuatu yang lebih dekat dengan urat nadi leher kita. Sungguh hanya Dia yang Maha Tahu."

Nah dari Blognya Pak Wahono itu, saya jadi teringat ulasan lain tentang 7 lapis kesadaran manusia, Dari kesadaran fisik, sampai kesadaran Universal, alias kesadaran Tuhan, dari Kesadaran tubuh fisik ini, Kesadaran Ego (Tubuh energi), Kesadaran emosi (tubuh Emosi), Kesadaran fikiran ( Tubuh imajinasi), Kesadaran Energi/roh (Tubuh jiwa), Kesadaran Kosmic ( Tubuh Semesta), lalu hingga Kesadaran Tuhan (Raga Tuhan, Penyatuan, Manunggaling kawula-Gusti)






















Nah tingkat kesadaran ini berhubungan dengan 7 gerbang Cakra utama dalam Yoga,Reiki dan ilmu spiritual lainnya,seperti: Cakra Dasar(Kontrol Fisik), cakra Sex(Kontrol Nafsu), cakra Pusar(Kontrol emosi), cakra Jantung (kontrol perasaan dan
nurani), cakra Tenggorokan ( Kontrol Akal, kreatifitas), cakra Mata ke3(Kontrol Pengetahuan "lintas dimensi") dan cakra Mahkota (Kontrol Spiritual, Gerbang penghubung, Pencipta dan ciptaannya, manusia dengan Tuhan)

Dari sini terlihat bahwa manusia sebenarnya diciptakan dalam seluruh dimensi Semesta, Melewati batas indra raga kita, dari lahir hingga perpulang, kita diberi kesempatan menjelajahi semua dimensi tersebut, Tapi mungking kebanyakan dari kita akan terus terkurung dalam satu macam atau dua ruang dimensi , Mungkin ini pula yang disadari Budha dalam pencerahannya, disadari para Rsi, dan Mpu suci, para Nabi, Juga beberapa Orang suci, Hingga menemukan hakikat semesta, hakikat manusia, bahwa tidak ada yang lain selain Beliau di alam ini, bahkan diri kita hanya refleksi keberadaan Beliau. Kata Biksu Tong, Kosong adalah berisi, dan berisi adalah kosong....

Bingung!! yah kata dosen saya, bingung menandakan kita mulai berfikir, sakit serta derita menandakan kita masih hidup... !!!!!

(ma'af mungkin banyak kesalahan ketik, istilah, atau pengertian, ma'af...ma'af...)